Sabtu, 23 Mei 2015

Perjalanan Pembelajaran Luar Sekolah (PLS)


Hari kamis tanggal 26 Maret 2015  SMA Negeri 2 Magelang melaksanakan kegiatan pembelajaran luar sekolah (PLS) bagi kelas X MIA/IIS. Pembelajaran luar sekolah tersebut mempunyai tujuan yaitu Pabrik Sritex Sri Rejeki Isman Tbk di Sukoharjo dan Situs Purba Sangiran di Sragen, Jawa Tengah. Kami diwajibkan datang tepat waktu pada pukul 06.30 WIB kumpul di SMAN 2 Magelang dan kami rombongan angkatan kelas X berangkat pada pukul 07.15 WIB untuk memulai perjalanan dengan kendaraan bus yang berjumlah 5 bus. 
Tujuan kami yang pertama adalah Perusahaan Tekstil Sritex. Kami diperkirakan sampai di Perusahaan Tekstil Sritex pukul 11.00. Tetapi karena jalanan yang macet, kami terlambat sampai di Perusahaan Tekstil Sritex sampai pukul 12.00. Ketika sampai di Perusahaan Tekstil Sritex, kami melihat situasi yang ada di pabrik tekstil tersebut. Di sana banyak sekali gedung-gedung produksi tekstil. Kemudian kami dibawa menuju ke Gedung Serba Guna Slamet Riyadi. Didalam Gedung ini banyak manekin yang mengenakan pakaian produksi Perusahaan Tekstil Sritex. Di dalam ruangan kami dijelaskan dari sejarah berdirinya Perusahaan Sritex sampai menjadi sekarang.
Pendiri PT.Sritex adalah Bapak Lukminto. Sebelum Sritex berdiri, Bapak Lukminto mengawali usaha tekstilnya dengan membangun toko di pasar klewer pada tahun 1966. Karena toko yang dimilikinya ramai pengunjung dan barang dagangannya semakin laris, lama-lama beliau membangun pabrik kecil. Seiring berjalannya waktu, Sritex semakin lama semakin berkembang seperti sekarang ini. Semua itu tidak lepas dari kerja keras Bapak Lukminto. Sekarang PT.Sritex sudah memiliki kurang lebih 25.000 karyawan yang setiap bulan total gajinya mencapai 20 milyar rupiah. Perusahaan ini juga pernah mendapat rekor muri karena Sritex merupakan satu-satunya perusahaan yang mengadakan upacara secara rutin setiap tanggal 17 Agustus dengan lebih dari 20.000 peserta upacara. Setelah Bapak wakil perusahaan selesai menjelaskan, kami menuju ke ruang produksi yang di sana banyak karyawan yang sedang mengerjakan tugasnya masing-masing. Di ruang produksi ini kami melihat-lihat proses pembuatan pakaian. Setelah dari ruang produksi, kami menuju ke toko pemasaran hasil produksi. Di sana ada berbagai hasil produksi yang dijual seperti baju, celana dan lain-lain. 
           
Setelah kami selesai kunjungan ke PT. Sritex, kami melanjutkan perjalanan untuk keperluan makan siang di rumah makan Taman Sari Prasmanan dan melanjutkan untuk sholat dhuhur dan asar di mushola rumah makan tersebut. Setelah itu kami melanjutkan tujuan kami yaitu di Situs Purba Sangiran Sragen, Jawa Tengah. Kami sampai di Situs Purba Sangiran pada pukul 15.30 WIB. Situs Sangiran adalah situs arkeologi  memilikiluas 56 km2 sebelah utara Surakarta di lembah sungai Bengawan Solo dan terletak di kaki gunung Lawu. Kami melihat banyak sekali peninggalan-peninggal masa lampau sekitar 20.000 tahun yang lalu seperti Pithecanthropus erectus (Manusia Jawa), Meganthropus palaeo javanicus, dan peninggalan lain-lainya.

Setelah selesai berkeliling di dalam Museum Sangiran, kami kembali menuju ke rumah makan Tamansari untuk makan yang kedua kalinya. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke toko oleh-oleh Javenir. Di sana kami membeli oleh-oleh untuk dibawa pulang. Banyak barang yang dijual di Javenir. Mulai dari makanan, pakaian, mainan tradisional, asbak, patung, gantungan kunci, dan berbagai macam souvenir lainnya. Setelah membeli berbagai macam oleh-oleh di Javenir, kami menuju bus dan melanjutkan perjalanan pulang. Kami pulang sampai sekolah pada pukul 23.00.






Getuk Goreng Sokaraja Banyumas

Bagi Anda yang suka treveling, Anda pasti mengenal Banyumas. Banyumas adalah sebuah kota di Jawa Tengah, berada di lereng Gunung Slamet. Jika Anda mampir di Banyumas, Anda tentu akan menyempatkan diri untuk mencicipi kuliner di daerah ini. Apa itu? Makanan khas banyumas itu adalah getuk goreng. Rasanya manis, gurih, dan membangkitkan selera.
Anda tahu cara membuat getuk goreng? Anda tidak perlu khawatir karena Yu Mariyem akan berbagi rahasia tentang cara pembuatan getuk goreng asli Sokaraja, Banyumas.
Bahan untuk membuat getuk goreng adalah 1 kg singkong, gula merah atau gula jawa, tepung beras 75 gram, tepung terigu 1 sendok makan, minyak goreng untuk menggoreng, dan garam secukupnya.
Lalu, bagaimana cara membuat getuk goreng apabila semua bahan sudah tersedia?. Berikut ini adalah cara untuk membuat getuk goreng asli Banyumas.
Pertama, kupas singkong sampai terkupas semua kulitnya kemudian buang sabutnya. Lalu potong singkong menjadi ukuran yang sedang dan direbus hingga matang.
Kedua, sambil menunggu singkong yang direbus matang, iris halus gula jawa. Lalu setelah diiris halus, masukkan irisan gula jawa ke dalam panci lalu tambahkan sedikit air kemudian direbus sampai gula melumat dan tercampur dengan air.
Ketiga, setelah singkong yang direbus tadi matang, lumatkan singkong dan tambahkan gula jawa yang sudah dilumatkan secara bertahap sampai tercampur rata antara singkong dan gula jawa untuk membuat getuk.
Keempat, adonan singkong dan gula jawa dicampur dengan tepung terigu, tepung beras, garam secukupnya, dan air secukupnya. Lalu aduklah adonan tersebut sampai menjadi adonan yang cukup kental.
Kelima, setelah adonan dirasa cukup kental, letakkan adonan singkong goreng di atas nampan. Kemudian, ratakan adonan singkong rebus hingga ketebalan adonannya sekitar 2 cm. lalu potong adonan berbentuk kotak atau dadu dengan ukuran 4 cm x 4 cm atau dengan ukuran selera.
Keenam, siapkan penggorengan lalu tuangkan minyak goreng secukunya. Setelah itu panaskan minyak goreng. Setelah dirasa cukup panas, kemudian ambil adonan getuk goreng yang sudah dipotong berbentuk dadu dan masukkan ke dalam penggorengan atau wajan.
Ketujuh, goreng adonan getuk goreng sampai warnanya kekuning-kuningan. Setelah adonan berwarna kekuning-kuningan, angkat getuk goreng lalu tiriskan.
Terakhir, letakkan getuk goreng ke piring lalu getuk goreng siap disajikan dan dinikmati.